SELAMAT DATANG DI WEBSITE INTAN YOGYAKARTA



PELATIHAN JURNALISTIK BAGI MAHASISWA INTAN

Jumat, 13 Mei 2016 - 09:51:17 WIBDiposting oleh : Administrator
Kategori : Kampus Flash


YOGYA (INTAN) Sebanyak 11 mahasiswa Institut Pertanian (INTAN) selama dua hari, Jumat – Sabtu (29 – 30/4/2016) mengikuti  Pelatihan Jurnalistik dengan pelatih tunggal AR Maryadi bertempat di Kampus INTAN, Jl. Magelang Yogyakarta.

Ketika membuka pelatihan, pembimbing UKM GEMA Mahasiswa INTAN, Ir. Setyo Indroprahasto, M.Si. menyebutkan, para peserta hendaknya mengikuti bimbingan dan arahan pelatih. Kesempatan pelatihan model pendampingan seperti  ini jarang ada. Pendamping pelatihan sebagai wartawan senior telah meluangkan waktu sekitar tiga bulan ke depan untuk mendampingi peserta, sejak hari pertama pembukaan pelatihan.

“Pelatihan model pendampingan ini cukup langka. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ikuti arahan dan bimbingan pelatih. Dan setiap penugasan hendaknya dikerjakan dengan baik, disela-sela kegiatan perkuliahan mahasiswa,”tambah Indroprahasto.

Sementara itu, Fransisca M. Aryawati, SP, MP. dosen INTAN yang memprakarsai pelatihan ini menyampaikan, pelatihan jurnalistik selama dua hari ini  barulah fase awal bagi mahasiswa bila akan mendalami dunia penulisan bergaya jurnalistik. Selain diharapkan sebagai pengelola website lembaga, tujuan akhir dari penyelenggaraan diklat ini adalah membekali mahasiswa ketika ke depan mengikuti LKIM (Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa).

“Tidak usah memikirkan kalau ikut lomba menang atau tidak. Yang penting sudah ada bekal untuk iktu lomba dengan penulisan yang ilmiah tapi tetap populer. Sehingga pada saat maju mengikuti lomba, peserta diklat sudah PEDE atau percaya diri dan tidak ragu-ragu lagi ketika menulis,”tegas dosen Fakultas Kehutanan ini.

Di hari pertama penyampaiannya, Maryadi memberikan teori tentang penulisan straight news atau berita langsung.  Rumusan baku 5W+1H hendaknya masuk  di paragraph/alinea pertama. “Diusahakan sebanyak-banyak tertampung di alinea pertama atau kedua,”jelasnya. Memang bahasanya agak kaku. Tapi itulah, tuntutan sebuat straight news. Dalam waktu satu dua menit, pembaca yang sedang sibuk bisa mengerti apa isi berita yang dibacanya.

Sedang di hari kedua, mantan wartawan Suara Karya dan RBTV Jogja itu memberikan pembekalan tentang cara penulisan soft news atau berita ringan. Berita model ini rumusan 5W+1H-nya tidak dijejal-jejalkan di paragraph pertama. Gaya bahasanya santai dan dibuat dengan lugas, singkat, padat, sederhana, lancar menarik dan netral.

Ke-11 mahasiswa INTAN tersebut relatif cepat menangkap materi yang diberikan. Terbukti, ketika pelatih memberikan penugasan, malam harinya sudah bisa dikumpulkan dan dikirim melalui e-mail. “Saya senang, hasil tulisan peserta pelatihan bila dinilai, semuanya diatas 6,”tambahnya.

Selama 3 bulan pendampingan, komunikasinya dilakukan melalui e-mail. Namun dalam kurun waktu tersebut, ada 3 kali temu darat untuk mengevaluasi seberapa jauh pemahaman yang sudah diterima peserta. “Dan juga  untuk bertukar informasi dan menanyakan kepada pelatih secara langsung bila ada permasalahan yang ditemui,”pungkasnya. (A.R Maryadi)




BERITA TERKAIT :