SELAMAT DATANG DI WEBSITE INTAN YOGYAKARTA



Ketika Mahasiswa Kehutanan Belajar di Hutan Rakyat

Minggu, 06 November 2016 - 22:56:58 WIBDiposting oleh : Administrator
Kategori : Kampus Flash


YOGYA (INTAN) Selasa, (25/10) fakultas kehutanan Intitut Pertanian (INTAN) Yogyakarta kembali melakukan praktik langsung lapangan. Pada kesempatan ini mereka menuju desa Mangsel, Dusun 5 Margomulyo, Seyegan, Yogyakarta. Praktik ini dilakukan untuk memenuhi mata kuliah Hutan Rakyat yang dibimbing langsung oleh dosen pengajar Gudi Widayanto Sapto, dosen Fakultas Kehutanan. Praktik ini diikuti oleh 19 mahasiswa dari berbagai semester yang mempelajari mata kuliah tersebut.

Hutan rakyat adalah hutan yang dikelola oleh rakyat, dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki oleh rakyat itu sendiri. Hutan rakyat yang dikunjungi ini membudidayakan pohon jati dengan tanaman bawah atau tanaman selipan talas dan daun bawang pola ini disebut pola tanam tumpang sari.

Dalam praktiknya mahasiswa diwajibkan untuk praktik langsung mengukur diameter dan keliling batang pohon yang sudah dibagi menjadi 3 dalam pengukurannya yakni batang kecil, sedang, dan besar. Pengukuran menggunakan alat ukur yang disebut piben. “Cara mengukur diameter atau keliling batang pohon yang disepakati di Indonesia adalah  setinggi 1,30 meter dari permukan tanah. Untuk pohon jati sendiri setiap tahunnya diameter hanya bertambah 1 cm,” jelas Afrianus seorang mahasiswa semester 7 ini.

 “Kenapa lahan ini untuk hutan rakyat?” tanya salah seorang mahasiswa, “Berbagai pertimbangan untuk menjadikannya hutan rakyat. Hutan rakyat ini sudah lama diusahakan rakyat untuk menanam singkong, ataupun tanaman yang lain, sehingga diputuskan untuk dibina dan menjadikan hutan rakyat ini supaya lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jawab Romadhon selaku pengelola hutan rakyat tersebut.

Para mahasiswa yang mengikuti pembelajaran di luar kelas ini pun, merasa sangat senang dengan metode pembelajaran tersebut. Ahmad Sholeh, mahasiswa semester 7 misalnya, mengaku lebih mudah memahami mata kuliah Hutan Rakyat, setelah mengikuti pembelajaran langsung di hutan rakyat tersebut.

“Ya, jadi lebih ngerti. Karena di sini kita bisa lihat langsung bagaimana profil hutan rakyat itu dan bisa berintraksi langsung dengan para petani yang mengelola. Intinya, saya merasa sangat terbantu dengan metode pembelajaran seperti ini,”ujarnya.

Sementara itu, Gudi mengatakan, ke depan mahasiswa akan diajak untuk melihat hutan-hutan lainya, agar pengalaman dan pengetahuan mereka tentang Hutan Rakyat semakin berkembang.“Sebagai dosen, saya memang ingin kita mengkombinasikan pembelajaran di dalam dan di luar kampus. Semoga ke depan, kita bisa mengunjungi hutan rakyat lainya,” harap dosen yang akrab dengan mahasiswa ini. (GM_Indrasutiyani(PN,2016))




BERITA TERKAIT :